
BANYAK mahasiswa menganggap tidur adalah hal
sepele. Padahal, tidur memberikan dampak penting bagi kegiatan perkuliahan.
Begadang semalam suntuk demi menyelesaikan tugas atau banyaknya kegiatan
kampus yang kamu ikuti, membuat waktu tidur terus terkikis. Apalagi ketika kamu
harus mengikuti kelas pagi. Alhasil, kamu menjadi tidak konsenterasi dalam
mengikuti perkuliahan dan paling parah membuatmu tertidur di kelas sehingga
mendapat teguran dari dosen.
Lantas, sebenarnya berapa jam waktu tidur ideal seorang mahasiswa?
Menurut Stanford University, rata-rata kebutuhan tidur seorang mahasiswa adalah
delapan jam. Sayangnya, tidak semua mahasiswa memiliki cukup waktu untuk
mendedikasikan tidur secara konsisten setiap malam sesuai kebutuhan.
Padahal, berdasarkan penelitian yang dilakukan seorang peneliti di UC
Berkeley, Amerika Serikat (AS) baru-baru ini, tidur yang cukup mampu meningkatkan
kemampuan mahasiswa dalam belajar.
"Pencapaian optimal sistem saraf otak ini terjadi pada paruh kedua
malam. Jadi jika kamu tidur kurang dari enam jam, maka kamu tidak dapat
mempelajari lebih banyak materi dibandingkan ketika tidur delapan jam,"
kata Pemimpin penelitian di UC Berkeley, Bryce Mander. Demikian seperti dikutip
dariCampusGrotto,
Minggu (19/2/2012).
Para peneliti mengatakan, bukti bahwa gelombang otak selama bagian akhir
tidur mempromosikan kemampuan kita untuk menyimpan fakta berdasarkan ingatan.
Sehingga menimbulkan pertanyaan apakah mengambil kelas pagi optimal untuk
belajar.
"Penemuan ini menunjukkan, kita tidak hanya perlu tidur setelah
belajar untuk mengkonsolidasikan apa yang telah kita hafal, tetapi kita juga
membutuhkan tidur sebelum belajar agar dapat mengisi ulang dan menyerap
informasi baru pada hari berikutnya," ujarnya.
Tidur tidak hanya menyegarkan pikiran, tetapi dapat membuat mahasiswa
lebih pintar. Berjam-jam terjaga dengan segudang aktivitas akan membuat pikiran
kita menjadi lebih lamban. Akibatnya, ketika minggu ujian, mahasiswa yang
kurang tidur akan mengalami penurunan kemampuan untuk mempelajari materi kuliah
sekira 40 persen, karena adanya penutupan daerah otak.
Mengetahui tidur berdampak pada kinerja akademis, Stanford University
bahkan termotivasi untuk menciptakan kelas tidur dan mimpi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar