Bunga Edelweiss dikenal dengan bunga abadi, yang hanya tumbuh di ketinggian di atas 1500 mdpl. Mereka tumbuh membentuk rimbunan kecil dipermukaan tanah. Saat bunga ini dipetik dan disimpan ditempat yang kering dan menjaga temperatur ruangan agar tetap dingin dan lembab, bunga ini tidak akan berubah warna, seolah tetap hidup dan abadi. Inilah istimewanya sehingga ia sering menjadi lambang cinta sepasang kekasih.
Pada zaman dahulu kala, ada kerajaan di puncak
gunung yang dijaga oleh peri
- peri salju, di sana terdapat istana yang dihuni oleh seorang Ratu Salju.
Suatu hari, ada seorang pendaki yang sampai di istana itu dan bertemu dengan Ratu Salju hingga akhirnya keduanya saling jatuh
cinta. Akan tetapi peri - peri penjaga istana itu iri pada sang pendaki yang
mendapatkan hati sang Ratu sehingga segala macam cara dilakukan agar pendaki itu menjauh dari istana, tanpa
sepengetahuan sang Ratu.
Namun pendaki itu tetap tangguh berjuang sampai
akhirnya dia terjatuh ke lembah yang jauh dari istana karena peri - peri salju
itu. Sang Ratu salju tak mengerti apa kesalahannya sampai pendaki itu pergi,
dia sedih sekali.
Tahun demi tahun belalu. Sampai akhirnya tahu kalau pendaki itu sudah menikah dengan seorang gadis
kampung biasa. Tanpa disadari, kesedihannya itu terlalu mendalam karena merasa
dikhianati. Dia terus menangis dan menangis sampai tak terasa tiap tetesan air
matanya berubah menjadi bulir - bulir kecil bunga yang cantik, bunga yang tak
pernah layu, selalu abadi, seabadi “rasa” sang Ratu Salju pada sang pendaki. Rasa cinta dan mungkin rasa kecewanya. Bunga
itulah yang kita kenal dengan bunga
Edelweiss....
Edelweiss,
nama bunga yang diambil dari bahasa Jerman, edel = noble ( mulia ), weiss =white ( putih ).
Dari namanya, bunga ini melambangkan keagungan, kesucian, keabadian. Selain
cantik, bunga lucu ini juga terjaga di puncak gunung, edisi terbatas, sulit
didapatkan orang. Hanya pendaki - pendaki tangguh dan terpilih saja yang bisa
melihat bunga ini. Edelweiss.
Spikk
BalasHapus