CULTURE shock atau gegar budaya
biasa dialami ketika kita bermukim di daerah baru dengan banyak orang asing,
termasuk ketika memulai hari-hari sebagai mahasiswa.
Tetapi, setelah satu semester kamu lalui, ternyata
masih ada beberapa orang yang belum dapat kamu dekati karena perbedaan budaya.
Enggak usah bingung, College Cures, Kamis (26/1/2012), punya beberapa trik
untuk mengurangi ketidaknyamananmu atas situasi ini.
Menguraikan komunikasi
Belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang-orang
dari latar belakang budaya berbeda sangatlah penting. Hal ini dapat membantumu
memahami nilai-nilai kehidupan dan sikap mereka. Sesuatu yang kamu anggap lucu
mungkin dapat menyinggung orang lain. Jadi, berbicaralah satu sama lain, dan
mencari tahu apa yang tepat dan apa yang tidak.
Abaikan stereotip
Bertemanlah dengan orang lain karena pribadi
mereka, bukan stereotip budaya yang melekat pada mereka. Sebab, karakteristik
seseorang sesungguhnya dapat melebihi stereotip budaya, terlepas itu stereotip
negatif maupun positif.
Berempati
Tunjukkanlah bahwa kamu dapat memahami perasaan
dan sudut pandang orang lain. Bayangkan dirimu sebagai penerjemah yang mencoba
untuk membantu orang lain memahami hal-hal yang tidak mereka mengerti.
Hilangkan semua asumsi
Gesture tertentu
mungkin menunjukkan perasaan tidak bersahabat. Tetapi, jangan berasumsi
seseorang tidak mencoba menghormatimu karena itu.
Perlu diingat, kita semua berasal dari budaya yang
berbeda. Jika kita bersedia untuk memperluas pengetahuan diri kita sendiri,
maka dalam jangka panjang, kita bisa bermanfaat bagi orang lain.
Selain itu, kita enggak tahu peluang apa yang bisa
kita dapatkan dari pertemanan dengan orang-orang dari berbagai budaya kan?(rfa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar