JAKARTA - Stres bisa terjadi pada siapa dan kapan
saja. Biasanya kalau sudah stres jadi bikin enggak mood.
Stres adalah
situasi di kala seseorang mengalami tekanan yang menurutnya sangat berat. Stres
bisa terjadi di segala umur, mulai dari anak bayi sampai kakek dan nenek.
Di dunia kampus,
stres biasanya terjadi pada mahasiswa yang sedang ujian, mengerjakan skripsi,
berkonflik, atau putus cinta. Ya semua itu merupakan proses alami gejala
manusia sebagai mahluk sosial.
Stres sebenarnya
bisa dikendalikan, dengan catatan melakukan beberapa tip berikut ini, seperti
dikutip darihercampus.com,
Senin (7/5/2012).
1. Kembali ke alam
Saat stres, pikiran biasanya menjadi sangat penat. Pergilah mencari
udara yang segar. Bangun pagi dan hirup udara pagi. Biarkan kulitmu terkena
hangatnya cahaya matahari pagi. Hirup udara sedalam-dalamnya dan buang
perlahan. Ini akan membuat relaks sejenak.
Menurut studi yang
dipublikasikan di situs Livestrong, paparan sinar matahari bisa meningkatkan
kadar melatonin, zat kimia dalam otak yang berperan penting dalam menjaga
serotonin, zat kimia pada otak. Menurut penelitian, meningkatkan kadar
serotonin dapat meningkatkan mood dan kebahagiaan.
Kamu bisa janjian
dengan teman-temanmu saat libutan, untuk berolahraga pagi di Senayan atau saat
{car free day}. Kamu juga bisa memanfaatkan senam bersama, yang digelar secara
massal. Biasanya di kampus-kampus besar pun menggelar acara serupa. Misalnya,
di Universitas Islam Jakarta, Ciputat atau di Universitas Hasanuddin (Unhas)
Makassar, Sulawesi Selatan.
Olahraga teratur
dapat membantu meredakan ketegangan dan mendapatkan pikiran dari tekanan
aktivitas yang tinggi.
2. Jangan Jajan Sembarangan
Sudah menjadi rahasia publik bahwa jajanan yang kita konsumsi belum
tentu bersih. Apalagi kalau piring yang digunakan untuk makan, dicuci di ember
yang airnya sudah keruh. Tentu hal yang demikian bisa membahayakan bagi
kesehatan. Usahakanlah memiliki makanan yang bersih dan sehat. Kalau bisa
membawa bekal, kenapa tidak? Selain bersih, juga bisa hemat bukan?
Usahakan membuat
jadwal makan pada jam yang sama. Misalkan, makan pagi setiap pukul 07.00, makan
siang pukul 12.00, dan malam pukul 17.30. Sesuaikan dengan aktivitasmu.
Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, dan air putih.
Hindari kafein. Ini
akan membuatmu tetap fokus dan berkonsentrasi dalam melakukan tugas atau ujian.
3. Tetap aktif!
Luangkan waktu untuk belajar mencicil materi kuliah. Sehingga, saat
ujian kamu materi yang harus dihafalkan tidak menumpuk.
Kerjakan beberapa
soal latihan untuk mengukur kemampuamu. Jika butuh materi yang lebih,
berdiskusilah dengan dosen, ikut seminar, membuka literatur asing, atau ikut
organisasi di kampus.
4. Selamat tinggal
kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk, seperti tidak mencatat saat dosen menerangkan, menitip
absen dan bolos kuliah, nongkrong-nongkrong enggak jelas, dan tidur di kelas.
Saat tekanan stres
sedang berat, hindari merokok dan minum kopi, hindari minum alkohol, dan
hindari narkoba. Itu akan menambah masalah di kemudian hari.
5. Skala prioritas
Jika jadwalmu sangat menumpuk, buatlah skala prioritas. Urutkan dari
sangat mendesak hingga kurang penting. Buatlah roadmap mengenai apa yang mau
kamu capai. Lulus tahun berapa dan faktor pendukungnya bagaimana, atau pikirkan
kapan waktu yang tepat untuk mengambil kuliah saat semester pendek.
6. Ciptakan sistem baru
Fokuslah pada sisa semester yang akan kamu hadapi. Jangan persepsikan,
semester akhir itu menyeramkan. Kejar semua target dan buatlah hadiah untuk
diri sendiri.
Untuk menghadiahi
diri sendiri atas kerja kerasmu, bisa habiskan akhir pekan dengan belanja,
tamasya dengan teman, atau justru bersantai dari segala rutinitas.
"Saya berjanji
pada diri sendiri, setiap kali saya menyelesaikan tugas, saya akan melakukan
sesuatu yang menyenangkan untuk menghargai diri sendiri, seperti bermain tenis
atau pergi ke Urban Outfitters dan membeli tas lucu," kata Alicia Thomas,
seorang mahasiswa baru di Penn State, yang menerapkan sistem ini.(mrg)(rhs)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar