Musibah dan masalah tidak perlu disesali atau dirutuki. Ia memang dikirimkan Allah untuk mengisi lembaran hidup kita. Jangankan kita yang belum jelas posisinya di sisi Allah, para nabi, para rasul dan mahluk terpilih lainnya juga mendapati musibah dan masalah yang tak kalah pedihnya.
Kita patut menyimak pesan Nabi Muhammad SAW, berikut:
"Segala musibah dan masalah yang menumpa orang beriman mulai dari lelah, sakit, duka, kesulitan, disakiti, sedih hingga duri yang terinjak olehnya, semuanya itu akan menjadi sarana Allah untuk melebur semua kesalahannya."
Allah pun fair dengan memberikan kompensasi atas musibah dan masalah yang diberikan-Nya berupa penghapusan semua kesalahan kita.
Musibah dan masalah merupakan kekuasaan Allah yang memaksa hamba-Nya supaya segera kembali ke jalan-Nya, karena perintah-perintah tobat dan memohon ampun atas segala kesalahan yang disampaikan Allah melalui kitab Suci-Nya dan para pembawa misi-Nya seringkali kita abaikan begitu saja.
Musibah dan masalah yang kita alami, sesungguhnya hanya ingin menegaskan satu hal bahwa kita memang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa dan Kita tidak seharusnya mengkhawatirkan bagaimana hidup kita setelah musibah dan masalah menimpa kita. Ketika terlahir pun kita tidak pernah mengkhawatirkan bagaimana hidup kita setelah dewasa kelak.
Dikutip dari Buku "Lewati Musibah dan Masalah"
oleh --Syarif Hade Masyah--
Tidak ada komentar:
Posting Komentar