Kamis, 14 Juni 2012

Oh Musibah..Oh Masalah..

Tak heran, bila Al-Quran menyebut musibah dan masalah sebagai ujian bagi kita. Siapa diantara kita yang termasuk dalam kategori ayyukum ahsanu amalan (yang terbaik dalam menyikapi musibah dan masalah) akan terlihat saat tertimpa musibah dan masalah.Kata orang, teman baik akan terlihat jelas di kala susah. Allah pun juga melihat hamba yang baik pada saat dia sedang teruji salah satunya dengan musibah dan masalah, lalu sanggup menyikapinya dengan arif, pasti akan lebih cepat bangkit dari keterpurukan. Orang seperti ini pasti tidak mau membuang-buang waktu hanya untuk menyesali musibah dan masalah serta merutuk diri. Ia justru mengambilnya sebagai pijakan untuk melangkah lebih maju. Ia bahkan berhasil memaknai hidup dan menemukan jati dirinya.

Musibah dan masalah tidak perlu disesali atau dirutuki. Ia memang dikirimkan Allah untuk mengisi lembaran hidup kita. Jangankan kita yang belum jelas posisinya di sisi Allah, para nabi, para rasul dan mahluk terpilih lainnya juga mendapati musibah dan masalah yang tak kalah pedihnya.

Kita patut menyimak pesan Nabi Muhammad SAW, berikut:
"Segala musibah dan masalah yang menumpa orang beriman mulai dari lelah, sakit, duka, kesulitan, disakiti, sedih hingga duri yang terinjak olehnya, semuanya itu akan menjadi sarana Allah untuk melebur semua kesalahannya."

Allah pun fair dengan memberikan kompensasi atas musibah dan masalah yang diberikan-Nya berupa penghapusan semua kesalahan kita.

Musibah dan masalah merupakan kekuasaan Allah yang memaksa hamba-Nya supaya segera kembali ke jalan-Nya, karena perintah-perintah tobat dan memohon ampun atas segala kesalahan yang disampaikan Allah melalui kitab Suci-Nya dan para pembawa misi-Nya seringkali kita abaikan begitu saja.

Musibah dan masalah yang kita alami, sesungguhnya hanya ingin menegaskan satu hal bahwa kita memang tidak mempunyai kekuasaan apa-apa dan Kita tidak seharusnya mengkhawatirkan bagaimana hidup kita setelah musibah dan masalah menimpa kita. Ketika terlahir pun kita tidak pernah mengkhawatirkan bagaimana hidup kita setelah dewasa kelak.

Dikutip dari Buku "Lewati Musibah dan Masalah"
oleh --Syarif Hade Masyah--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar