Sabtu, 30 Juni 2012

Perekonomian Indonesia tahun 2012

Pada tahun 2012 ini Presiden menginstruksikan jajaran pemerintah untuk menjaga sektor riil di tengah situasi krisis global dan melemahnya volume ekspor Indonesia ke luar negeri. Sektor riil dikatakan dapat menjadi penopang utama perekonomian Indonesia. Sektor riil yang bagus mencegah dampak pemutusan hubungan kerja. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan akan melaju pada kisaran 6,3 persen - 6,7 persen. Namun bila tiga penyakit bangsa bisa diatasi seperti korupsi, inefisiensi birokrasi dan soal infrastruktur, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi lagi," kata Ketua Komite Ekonomi Indonesia (KEN) Chairul Tanjung.

Selama ini pertumbuhan ekonomi nasional banyak ditopang oleh hasil sumber daya alam dan konsumsi domestik. Sementara pembangunan infrastruktur di Indonesia masih jauh tertinggal. Sebaliknya ekonomi China bisa tumbuh tinggi karena pembangunan infrastrukturnya berlangsung massif.

Gejolak di pasar keuangan dunia dan resesi di kawasan Eropa berpotensi mengganggu perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan menurun akibat pelemahan permintaan barang dari negara maju seperti Eropa dan Amerika. Akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global, ujar Chairul, pertumbuhan ekspor akan melambat dari sekitar 15 persen menjadi 10 persen. Untuk memacu pertumbuhan domestik, pemerintah harus dapat meningkatkan penyerapan anggaran belanjanya. 

Indonesia dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dari hantaman krisis ekonomi di Eropa. Hal itu bisa ditempuh dengan tiga faktor dominan yaitu menjaga konsumsi masyarakat, mendorong sektor investasi, dan mempercepat realisasi belanja pemerintah. "Kalau ini bisa dijaga semua, implikasi dari pelemahan pertumbuhan bisa kita tahan," ujar Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati di Jakarta, Kamis (25/4) malam.

 Wakil Menteri Keuangan Anny mengharapkan mengharapkan konsumsi, investasi, dan belanja harus dijaga pada tingkat yang baik. Sehingga angka pertumbuhan ketiga sektor itu tidak menunjukkan respon yang negatif dan menahan kemungkinan terjadinya perlambatan ekonomi domestik.

"Inflasi harus dijaga, kaitannya dengan harga beras yang stabil. Investasi kita pastikan benar-benar masuk dan berada pada sektor riil bukan hanya di portofolio. Selain itu, belanja modal pemerintah harus pada level yang baik di kuartal II ini," ujarnya.

Anny menjelaskan, ketiga faktor ini harus berjalan secara bersamaan, karena merupakan pondasi utama perekonomian Indonesia yang stabil dalam beberapa tahun terakhir. "Tiga-tiganya harus berjalan bersama tidak bisa salah satu karena tidak akan cukup kuat pondasinya," ujarnya.



Sumber :

1 komentar: