HARI masih sangat
pagi. Badan masih merasa sangat letih dan jam alarm meraung-raung membangunkan
kita. Alih-alih memencet tombol "off",
kita malah memencet tombol "snooze"
(tunda), dan melanjutkan tidur.
Bagi sebagian orang, kondisi ini adalah hal yang mereka alami setiap
hari. Jika kamu tidak harus menghadiri kuliah pagi, mengikuti ujian, atau
mendatangi wawancara kerja; maka kamu mungkin akan berurusan dengan masalah ini
setiap saat.
Tetapi, apakah ini merupakan solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan
tidurmu? Apakah kamu akan merasa lebih bugar setelah melanjutkan tidur, atau
justru makin grogi ketika berusaha memejamkan mata kembali? Terlepas dari
kebiasaanmu tidur larut malam atau kamu bukanlah tipe orang yang bisa bangun
pagi, ini adalah saatnya untuk mengenali alasan mengapa kamu kurang tidur.
Kemudian, kamu pun bisa mulai memfokuskan diri untuk mendapatkan tidur yang
cukup tanpa harus memencet tombol snooze setiap
saat.
Mengapa memencet snooze menjadi masalah?
Menurut artikel di CityTV.com,
seperti dilansir College
Cures, Kamis (31/5/2012), pola tidur kita dimulai dengan fase
non-REM, atau masa persiapan menuju tidur lelap, selama sekira tiga jam. Fase
REM sendiri berlangsung sekira 10 menit setiap saatnya, dan kita mengalami
beberapa kali fase REM.
Pada fase REM inilah tubuhmu merasa paling rileks dan tidurmu sangat
pulas. Tubuhmu pun mampu mengembalikan energinya sendiri. Nah, ketika kamu
dalam fase REM dan mendengar bunyi alarm, kemudian memencet tombol snooze berulang kali,
kamu hanya akan menarik dirimu bolak balik ke fase non-REM. Dan ini tidaklah
membantumu sama sekali.
Berhenti memencet snooze
Tidak apa-apa untuk memencet tombol snooze pada hari-hari ketika kamu tidak
harus segera bangun. Tetapi jika kegiatanmu memencet snooze telah menjadi
kebiasaan, maka ini saatnya kamu menyelidiki gaya hidupmu untuk mencari tahu
mengapa kamu susah bangun dari tempat tidur.
Tidur terlalu larut malam
Tidak heran kamu tidak bisa bangun pukul lima pagi ketika kamu baru
tidur pukul dua dini hari. Jika kamu memiliki kebiasaan buruk, misalnya
menunggu film serial yang diputar tengah malam sehingga kamu baru tidur
menjelang fajar, maka kamu harus segera menyudahi kebiasaan tersebut dan tidur
lebih awal.
Jangan minum kafein pada sore hari
Hentikan minum minuman berkafein pada pukul empat sore. Jika kamu akan
menghadapi ujian, belajarlah sampai kamu tak dapat lagi menahan kantuk. Jangan
memaksakan diri dan meminum kopi pada pukul sembilan malam hanya untuk membuat
matamu tetap terjaga.
Alih-alih ketiduran karena kelelahan belajar, kamu akan terus terjaga
dan menonton televisi atau menyambangi kamar teman-temanmu hingga kamu
benar-benar tertidur. Akhirnya, kamu pun akan terbangun dengan perasaan
kelelahan dan cemas menghadapi ujian.
Transisi akhir pekan
Jika kamu biasa tidur sekira pukul 11 setiap malam dan terjaga hingga
pagi setiap akhir pekan, ditambah dengan tidur hingga siang pada Sabtu dan
Minggu, maka ini adalah waktunya mengubah gaya hidupmu. Cobalah tidur
sekira pukul satu atau dua dini hari pada akhir pekan, sehingga kamu dapat
menyetel alarmmu pada jam yang cukup masuk akal di pagi harinya.
Olahraga di pagi hari
Berolahraga di malam hari ibarat menuangkan oli di kendaraanmu dan
kemudian memarkirkannya di garasi. Jangan membuat tubuhmu "panas" dan
kemudian memaksanya tidur satu hingga dua jam kemudian.
Berolahraga memberimu lebih banyak energi, begitu juga dengan minum
banyak air selama olahraga. Tidak hanya itu, minum banyak air di malam hari
dapat membuatmu terjaga karena harus bolak balik ke kamar mandi.
Rencanakanlah kegiatan olahragamu di pagi hari. Jadi, kamu tidak hanya
memiliki energi untuk seharian penuh, tetapi juga menyiapkan tubuhmu untuk
tidur pada waktunya, ketika ia sudah letih dengan semua aktivitas yang kamu
jalani seharian.
Jangan bekerja di tempat tidur
Jika kamu mulai melakukan berbagai hal di kamar tidur, kamu akan
berhenti mengasosiasikan kamar tidurmu dengan tidur. Kerjakanlah tugasmu
di perpustakaan atau ruang umum di rumah kosmu. Jadi ketika sampai di kamar
tidur, kamu akan melihat tempat tidurmu sebagai tempat paling nyaman untuk
mengakhiri hari.
Tinggalkan televisi dan komputer sebelum tidur
Cara terbaik untuk menyiapkan tubuhmu menuju tidur adalah dengan
menyediakan waktu yang sunyi. Hindari menonton televisi atau menggunakan
komputermu ketika mendekati waktu tidur. Kamu bisa membaca majalah atau buku
bacaan ringan sembari menyiapkan tubuhmu untuk tidur.
Jika kamu tidak suka membaca, kamu bisa mendengarkan musik-musik ringan
dan menenangkan, mandi air hangat, atau bermeditasi. Kegiatan-kegiatan ini
dipercaya dapat membantu tubuh, jiwa, dan pikiranmu bersiap terlelap.(rfa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar