KOMUNIKASI yang baik adalah
kunci sukses ketika berbicara dengan orang lain dalam situasi apa pun, tidak
terkecuali ketika kita di kampus. Komunikasi yang kita lakukan di kampus juga
tidak terbatas dengan teman dan dosen secara personal, tetapi juga dalam
tataran komunikasi publik misalnya melalui tugas presentasi.
Jika kamu menguasai
teknik presentasi sejak di kampus, maka kamu tidak akan kesulitan memaparkan
berbagai rencana pengembangan divisimu di kantor nantinya. Nah, apa saja yang
bisa kita lakukan untuk sukses mempresentasikan suatu materi di hadapan orang banyak?
Simak tipsnya seperti dinukil dari Surviving
College, Kamis (26/4/2012).
Komunikasi sederhana
Public
speaking umumnya ditakuti banyak orang. Padahal, kegiatan ini dapat
menjadi sangat menarik dan menyenangkan.
Latihan yang terus
menerus akan membangkitkan rasa percaya diri dalam diri kita. Ingat saja, kamu
tidaklah sendiri. Sapalah pendengarmu. Cara ini akan membuatmu tidak merasa
sedang berbicara sendiri di depan kelompok besar orang.
Kemudian, coba
kenali pendengarmu dan berinteraksilah dengan mereka. Ketika kamu mengerti apa
yang ingin mereka dapatkan dari presentasimu, maka kamu akan mampu memberikan
paparan yang memuaskan mereka.
Jauhi slide presentasi dengan
banyak teks. Hal ini sesuai dengan psikologi pendengar yang memiliki
keterbatasan perhatian. Gunakan grafik atau daftar singkat yang menunjukkan
poin-poin penting pemaparanmu. Cara ini akan 'memaksa' pendengarmu tetap
menaruh perhatian terhadap apa yang kamu sampaikan.
Berkomunikasi
secara sederhana juga akan membantu pendengarmu fokus untuk mendengarkanmu
ketimbang membaca slide dan
mendengarkan penjelasanmu pada saat bersamaan.
Paparkan materi secara runtut
Sebuah paparan presentasi haruslah runtut dan teratur. Salah satu cara
untuk memastikan bahwa presentasimu sesuai urutan adalah dengan menggunakan
'metode cerobong'.
Metode ini dimulai
dengan kamu mendiskusikan berbagai topik. Kemudian, paparan kamu berlanjut
dengan merinci setiap topik menjadi berbagai subtopik hingga audiensmu mengerti
lingkup tema yang kamu bahas. Hal penting lainnya adalah menghubungkan
poin-poin pembahasanmu dengan berbagai ilustrasi yang mendukung.
Presentasi yang fleksibel
Selalu jaga
presentasimu dalam bentuk yang dapat diubah sewaktu-waktu tanpa menguras
tenaga. Kebanyakan public
speaker suka mengubah materi presentasi di menit-menit
terakhir.
Jangan lupa
siapkan hard copy presentasimu
jika kamu berencana mengutak-atik filenya.
Dengan begitu, kamu enggak akan kehilangan jejak perubahan apa saja yang kamu
lakukan.
Simpan juga file presentasimu di
beberapa tempat. Jika kamu mempresentasikan materi menggunakanlaptop, simpan
juga filemu
dalam flash disk untuk
mengantisipasi masalah teknis.
Pastikan juga kamu
menyimpan file presentasi
yang kompatibel dengan berbagai operating
system,terutama jika kamu menempelkan video dalam slide presentasimu.
Fleksibilitas juga
berarti mampu beradaptasi dengan batasan waktu. Beberapa presenter cenderung
bicara lebih cepat ketika berada dalam tekanan dan menyelesaikan paparannya
lebih cepat. Latihlah pidato presentasimu dan hitung waktunya agar kamu
mendapat gambaran berapa waktu yang kamu butuhkan. Untuk menyiasati kemungkinan
kehabisan waktu, simpanlah informasi-informasi yang tidak terlalu penting di
bagian akhir agar lebih mudah 'dibuang'. (rfa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar