Senin, 25 November 2013

Pulau Peucang dengan Keunikannya

Hi! Mau sharing pengalaman pertama kalinya nge-trip ala backpacker dan langsung cinta sama pulau yang satu ini! Namanya Pulau Peucang terletak di Kabupaten Pandeglang Banten dan termasuk kawasan Taman Nasional Ujung Kulon.

Buat ke Pulau ini lumayan menguras waktu dan tenaga loh! Soalnya dari segi lokasinya yang emang lumayan jauh dan akses kesananya juga yang bikin waktunya makin lama. Mulanya, seluruh peserta trip berkumpul di terminal kampung rambutan dan kemudian berangkat ke Serang yang menempuh waktu kira-kira 3 jam. Nah setelah itu kami peserta trip menyewa mobil travel yang biasa disebut Elf dan harus menempuh perjalanan kiraa-kira 6 jam untuk mencapai desa Taman Jaya tempat kami akan menyebrang ke Pulau Peucang.

Ini dia Elf yang dimaksud :D
Nah sekitar jam 7 pagi akhirnya sampai juga di Desa Taman Jaya dan kami pun berangkat menggunakan kapal kecil menuju Peucang. 
Kapal yang menemani perjalanan ke Peucang
Saat baru Tiba di Peucang
Sekitar jam 10 pagi kami sampai di Pulau Peucang dan rasa lelah selama perjalanan panjang seakan terbayar dengan pemandangan manis dari perpaduan birunya lautan sekitar pulau dan putihnya hamparan pasir sepanjang pantai.
 
Siang hari setelah kami semua beristirahat dan makan siang, agenda pertama di Peucang adalah mengunjungi Karang Copong dengan cara trekking di hutan tropis khas Pulau Peucang, Nah dalam perjalanan ini tentu saja kami lewati dengan sesi berfoto-foto dan juga mengobrol satu sama lain. Kebetulan diantara semua peserta hanya aku yang masih kuliah dan yang lain rata-rata sudah bekerja dan ada pula yang sudah berkeluarga.
Start Trekking
Photo 1 #trekking
Photo 2 #Trekking
Karang Copong
Karang Copong 2
Karang Copong adalah salah satu tempat menarik yang menurut aku wajib dikunjungi wisatawan yang datang ke Pulau Peucang. Kenapa kaya gitu? Soalnya view dari atas karang mati besar yang berlubang ini sungguh luar biasa. Hampir tiap peserta trip pasti ingin berfoto di depan pohon miring yang menjorok ke laut. Jika cahaya matahari mendukung hasil foto tersebut akan menampakkan pemandangan karang bawah laut yang sangat indah. 
Padang Cidaon

Hal menarik lain dari Peucang adalah wisatawan dapat melihat secara lebih dekat kegiatan banteng-banteng dan burung merak di Padang Cidaon. Sepintas jika diperhatikan padang ini seperti halnya tayangan pada National Geographic yang memperlihatkan aktifitas satwa liar di sekitaran Benua Afrika.  

Sayang sekali kami tidak dapat melihat Burung Merak yang terkenal dengan keindahan bentuk dan bulunya itu, petugas memberitahukan bahwa burung merak sangat peka terhadap suara. Maka dari itu jika kami ingin melihat lebih dekat kami tidak boleh bersuara keras yang nantinya akan mengagetkan dan membuat burung merak merasa terancam.
Padang Cidaon 2 
Babi Hutan bersama Baby-nya :3
Sampai juga di Cibom, Tanjung Layar
Hari berikutnya agenda kami adalah mengunjungi Padang Savana yang dikelilingi batu-batuan tinggi dan menikmati batu karang khas Tanjung Layar. 
Menuju Cibom
Trekking lagi
Tanjung Layar
Add caption

Padang Savana


Gak lengkap rasanya ngetrip tanpa main air apalagi gak nyobain snorkeling! Yeah akhirnya agenda untuk snorkeling pun tiba juga. Gak kalah dengan mas-mas dan mba mba yang lain aku ikut menikmati pemandangan karang laut untuk pertama kalinya. Awalnya aku memakai pelampung karena aku masih takut dan belum yakin terhadap diri sendiri tetapi karena ada mamang yang bersedia membantu dan mengajari berenang, akhirnya aku melepas pelampung dan bisa berenang ke bawah laut walau hanya beberapa meter dari atas permukaan hehehe. Setidaknya aku sudah bisa paham bagaimana nikmatnya sensasi melihat karang laut langsung dengan lebih dekat :D
w/ Mba Syifa
si Mamang yang baik hati
Sunrise di Hari terakhir

Penginapan Flora A

Tidak ada komentar:

Posting Komentar