Senin, 25 Juni 2012

Filosofi Pendakian Gunung

Filosofi Pendakian Gunung adalah gambaran nyata bagi para pecinta pendakian gunung tentang hal - hal dalam diri yang sering mengatasnamakan para petualang. Pada masa kini, mendaki gunung adalah kegiatan yang bisa dilakukan secara acak hanya untuk mengisi waktu luang ataupun hanya sekedar ingin disebut Pecinta Alam. Dan disinilah Filosofi Pendakian Gunung terbentuk.

Jika kau ingin tahu lebih jelas mengenai sifat asli orang - orang dekatmu atau sifat asli dirimu sendiri, ajaklah mendaki gunung. Di atas sana, kau akan menemukan bahwa kau tidak bisa menyembunyikan karakter aslimu. Kau akan menjadi dirimu sendiri, sepenuhnya.


Jika egois, maka di atas sana kau akan egois. Jika penakut, maka di atas sana kau pun akan banyak diam. Jika kau pengeluh, maka kau tidak akan berhenti mengeluh sepanjang perjalanan. Dari situlah kita akan semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri masing - masing, dan kemudian kita bisa saling introspeksi diri.

Benar sekali, mendaki gunung tak jauh berbeda dengan kehidupan. Terkadang kita melewati tanjakan yang terjal, hingga kita hampir menyerah, terkadang juga kita menyusuri jalanan di tepi jurang, harus hati - hati melangkah karena jika tidak, kita bisa terpeleset. Ketika terpeleset mampukah kita melanjutkan perjalanan, atau memilih mundur dan turun untuk selanjutnya pulang?

Terkadang melewati turunan yang curam, terkadang hanya padang ilalang datar ratusan meter. Terkadang harus berhenti untuk melepas lelah setelah perjalanan panjang.

Seperti halnya hidup, ketika menempuh perjalanan kita banyak mengeluh karena lelah atau menikmati saja pemandangan sekitar. Itu adalah pilihan. Dengan jalur yang sama, beban yang sama, sikap pendaki satu dengan yang lain tentu akan berbeda. Beratnya beban di punggung adalah bekal kita. Tidak murah memang segala bekal kita namun sangat sepadan dengan apa yang akan kita nikmati selama mendaki gunung.

Sesekali kita membutuhkan orang lain untuk berpegangan ketika melewati titian. Terkadang kita harus mempercayakan nyawa kita kepada teman kita ketika kita perlu memanjat bagian gunungberupa tebing yang curam. Sesekali kita membutuhkan teman kita untuk memasang tenda. Sesekali kita membantu merawat teman yang sakit atau cidera dalam pendakian.

Terkadang kita membawa bekal yang "mewah" , makanan import, sosis, jeruk mandarin,kentucky, French Fries, celana bermerk dari Perancis, daypack bergambar Doraemon agar dikira buatan Jepang, sepatu gunung dengan harga enam digit dsb. Terkadang pula kita membawa tas ransel buatan pasar yang isinya sarung, nasi yang agak basi, sandal japit lokal harga empat ribuan, tenda bekas Pramuka yang sudah kumal, dsb.

Di gunung kita hanyalah penumpang, numpang lewat, numpang tidur, numpang buang air. Sering terjadi hal - hal di luar akal sehat dan logika ketika kita tidak mengindahkan “tata krama” di gunung. Disadari atau tidak, percaya atau tidak, hukum sebab akibat, berlaku sebagaimana kehidupan sehari - hari. Bagaimana kita menempatkan diri di gunung, terhadap penduduk setempat, terhadap pepohonan, sungai, satwa, dan sebagainya merupakan gambaran bagaimana kita hidup sehari - hari. Bagaimana perilaku seseorang di gunung adalah perilaku sesungguhnya dia di kehidupan sehari - harinya.

Satu pendaki dengan pendaki lain berbeda pandangan mengenai pendakian yang berhasil. Si A berpandangan pendakian yang berhasil adalah jika dia telah sampai di puncak walau mungkin teman - teman se - timnya tidak berhasil. Si B berpandangan pendakian yang berhasil adalah jika seluruh anggota tim berhasil ke puncak bagaimanapun caranya. Ada yang lebih senang mendaki sendirian, karena berbagai alasan, tidak mau merepotkan orang lain, lebih bebas sendirian, tidak mau direpotkan orang lain, sok berani, dsb. Ada yang lebih suka dalam kelompok kecil karena bisa saling membantu, saling ketergantungan, mudah diatur - atur, dsb.

Dan di atas sana, di tengah - tengah angin yang menderu - deru, di antara jurang yang berujung kelam, omong kosong bila kau tidak bicara tentang Tuhan. Kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu di tengah hamparan alam semesta.

Dan seorang Lord Robert Boden Powell ( Bapak Pandu Dunia ) mengatakan : “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”.
 

Dan di atas sana, di tengah - tengah angin yang menderu - deru, di antara jurang yang berujung kelam, omong kosong bila kau tidak bicara tentang Tuhan. Kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu di tengah hamparan alam semesta.

Dan seorang Lord Robert Boden Powell ( Bapak Pandu Dunia ) mengatakan : “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”.
 


Ada yang mendaki dengan menikmati keseluruhan perjalanan dari belanja hingga puncak, hingga turun lagi, ada yang berprinsip bersakit - sakit dahulu ( perjalanan berat, bawaan banyak, bekal lebih dari cukup ) bersenang - senang kemudian ( baru di puncak bisa menikmati naik gunung, keberhasilan katanya, bongkar bekal, dan pesta ), ada yang dari awal sampai turun lagi hanya mengeluh karena mendaki gunung karena terpaksa, ada yang hanya iseng dan ikut - ikutan, dsb.


Sumber : www.belantaraindonesia.org

Banggalah Dengan Bahasa Indonesia!

Banggalah dengan bahasa Indonesia! Ya, bahasa milik bangsa yang harus kita jaga dan lestarikan. Sebagai warga negara Indonesia dan memiliki bahasa yang lain daripada bahasa lain di dunia, seharusnya kita makin cinta dan menghargai bahasa ini. Walau jaman terus melaju, rasanya tidak perlu kita merubah bahasa indah ini dengan bahasa aneh dan beristilah alay.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang - Undang Dasar RI 1945, Pasal 36. Ia juga merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Meski demikian, hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar - benar menggunakannya sebagai bahasa ibu karena dalam percakapan sehari - hari yang tidak resmi masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing - masing sebagai bahasa ibu seperti bahasa Melayu pasar, bahasa Jawa, bahasa Sunda, dan lain sebagainya.

Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya, bahasa Indonesia adalah bahasa kedua dan untuk taraf resmi bahasa Indonesia adalah bahasa pertama. Bahasa Indonesia merupakan sebuah dialek bahasa Melayu yang menjadi bahasa resmi Republik Indonesia.

Nah! Bahasa Indonesia adalah bahasa - nya warga Negara Indonesia. Karena itu wajib hukumnya bagi warga Negara Indonesia untuk merawat dan melestarikannya. Tidak hanya dipakai dalam menyusun naskah pidato atau naskah undang - undang saja namun seharusnya bahasa Indonesia dipakai dalam segala hal oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Dewasa ini, sepertinya bahasa Indonesia mulai ditinggalkan si empunya. Maraknya bahasa gaul atau bahasa modern yang kini menyebar luas di kalangan pemuda - pemudi Indonesia tampaknya telah menggeser kedudukan bahasa Indonesia di mata mereka. Kini mereka tidak lagi bersemangat untuk mempelajari bahasa nasional kita seperti halnya semangat pemuda sebelum kemerdekaan.
Dahulu, pemuda dan pemudi Indonesia begitu kerasnya berjuang mempersatukan Indonesia hingga pada akhirnya tercetuslah sumpah yang sangat terkenal yakni sumpah pemuda. Isi sumpah tersebut di antaranya adalah seluruh pemuda Indonesia bersumpah untuk menjunjung suatu bahasa yang akan mempersatukan bangsa Indonesia, bahasa yang akan menjadi bahasa seluruh warga Negara Indonesia, bahasa Indonesia. Berikut Fakta - fakta seputar Bahasa Indonesia yang patut diketahui :

1. Bahasa Indonesia sudah dimulai sejak abad ke 7 Masehi
Penyebutan pertama istilah “Bahasa Melayu” sudah dilakukan pada masa sekitar 683 - 686 M, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno dariPalembang dan Bangka. Prasasti - prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke - 7 sampai ke - 12. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuno di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.

Bahasa Melayu di Indonesia kemudian digunakan sebagai lingua franca ( bahasa pergaulan ), namun pada waktu itu belum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Bahasa ibu masih menggunakan bahasa daerah yang jumlahnya mencapai 360 bahasa.

Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemudatanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atas usulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa - bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.“

2. Bahasa Indonesia dipelajari oleh 45 Negara di dunia.
Isi berita Ini menegaskan jika bahasa Indonesia kini mulai dipelajari oleh 45 negara di dunia. Menurut Andri Hadi, negara yang mempelajari bahasa tersebut di antaranya adalah: Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya. Ia menjelaskan jika bahasa Indonesia menjadi bahasa popular keempat di Australia. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia di sana. Bahkan anak - anak murid kelas 6 sekolah dasar di sana sudah mahir berbahasa Indonesia.

3. Bahasa Indonesia adalah bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh.
Ho Chi Minh adalah ibukota negara Vietnam. Menurut seorang diplomat Indonesia. Pada bulan Desember 2007 Pemerintah Daerah Kota Ho Chi Minh, Vietnam, secara resmi mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua di Kota Ho Chi Minh.
Selain itu Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007 - 2008, Irdamis Ahmad di Jakarta mengatakan, “Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan,” Salah satu penyebab bahasa Indonesia begitu diminati oleh bangsa Vietnam antara lain karena kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral antara Indonesia dengan Vietnam di masa depan.

4. Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia.
Dikutip dari web tersebut: “Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin,”

5. Bahasa Indonesia adalah bahasa ketiga yang paling banyak digunakan pada Wordpress.
Penulis blog tersebut adalah salah satu pengguna multiply yang pernah mengikuti acara Wordcamp Indonesia. acara ini sebelumnya pernah diselenggarakan di Filipina dan Thailand. Dikutip dari blog tersebut, “fakta bahwa setelah Spanyol, Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang menempati urutan ketiga yang paling banyak digunakan dalam posting - posting WordPress. Indonesia pun adalah negara kedua terbesar di dunia yang pertumbuhannya paling cepat dalam penggunaan engine blog itu. Dalam 6 bulan terakhir tercatat 143.108 pengguna baru WordPress dari Indonesia dan telah ada 117.601.633 kunjungan melalui 40 kota di Indonesia.”

Itu tadi beberapa fakta akan keberadaan bahasa Indonesia di Internet dan Dunia. Kita harap dengan bukti ini bangsa Indonesia menjadi lebih cinta dengan bahasa Indonesia. Sebagai warga Negara Indonesia yang baik hendaknya kita junjung bahasa tersebut, kita lestarikan bahasa Indonesia meski ancaman kebudayaan asing semakin besar. Mari bersama penuhi sumpah pemuda. Semoga bahasa Indonesia semakin jaya. Amin


Sumber : www.belantaraindonesia.org

Senin, 18 Juni 2012

Kegiatan di Universitas Gunadarma

UKM MAPA Gunadarma


Universitas Gunadarma memiliki banyak kegiatan diantaranya adalah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), Forum Mahasiswa dan juga Seminar-Seminar. Namun secara pribadi saya tertarik dengan salah satu UKM yang berhubungan dengan alam, yaitu UKM MAPA Gunadarma.

Unit Kegiatan Mahasiswa MAPA merupakan organisasi kemahasiswaan di tingkat Universitas yang fungsinya menampung berbagai minat dan bakat dari para mahasiswa Gunadarma yang memiliki rasa kecintaan alam dan keinginan tinggi untuk melestarikan alam tercinta ini.

Kegiatan MAPA pada dilakukan pada alam terbuka dan menyangkut lingkungan hidup. Jenis aktivitasnya meliputi pendakian gunung (mountaineering), pemanjatan (climbing), penelusuran gua (caving), pengarungan arus liar atau arung jeram (rafting),penyelaman (diving), penghijauan dan bahkan penerbitan media-media yang bertema lingkungan. Akhir-akhir ini di mana degradasi lingkungan dirasa semakin parah, maka peran MAPA sangat penting untuk membantu melestarikan lingkungan.


Sebenarnya sudah sejak lama saya memiliki hobi yang berkaitan dengan alam bebas terutama naik gunung. Akan tetapi, dikarenakan saya adalah seorang perempuan maka izin untuk merealisasikan hobi ini pun terhambat perizinan oleh orang tua. terutama dari ibu. Walaupun secara personal ayah saya mengizinkan untuk beraktifitas dengan alam lepas tetapi tidak sependapat dengan ibu saya. Mungkin bagi ibu saya, menyalurkan hobi dengan menaiki gunung adalah hal yang sangat bebahaya dan beresiko tinggi. Memang benar dan semua orang mengetahui hal itu, namun jika kita telah memiliki ilmu pengetahuan dan pelatihan khusus untuk maka kemungkinan buruk tersebut pasti dapat diminimalisirkan.

Karena memiliki latar belakang kecintaan yang tinggi dan keinginan pribadi untuk bersahabat dengan alam ini maka saya tertarik pada UKM MAPA di kampus Gunadarma. Awalnya saya hanya melihat di salah satu artikel kampus tentang UKM ini, lalu saya mencari dan mengumpukan informasi lewat situs jaringan seperti facebook.

Setelah mengenal kondisi kampus kira-kira sebulan setelah saya resmi menjadi mahasiswa Gunadarma, saya tahu bahwa di kampus E Kelapa Dua terdapat Wall Climbing tempat pelatihan anggota MAPA. Dari sinilah saya semakin penasaran dan ingin sekali mencoba untuk menaiki wall tersebut.

Suatu hari, saya bersama ketiga teman saya yaitu Silvia, Ririe, dan Icha mengunjukin Sekteriat MAPA yang tak jauh dari Wall. Sekretariat MAPA adalah sebuah menara bercat putih yang lokasinya terpisah  dari gedung-gedung kampus dan suasana pun rindang karena tertutupi oleh pepohonan. Saat kami sampai disana kami pun diberitahu oleh kakak-kakak MAPA bahwa di UKM  tersebut terdapat beberapa divisi yaitu : Divisi Gunung Hutan, Divisi Goa, Divisi Panjang Tebing dll.

Kunjungan pertama saya benar-benar berkesan karena keramahan kakak-kakak MAPA dan yang paling penting menghapus rasa penasaran saya tentang UKM MAPA. Berawal dari situlah saya dan teman-teman mulai akrab dengan kakak-kakak MAPA walaupun tidak kenal secara dekat tetapi kami menjadi familiar dan tidak jarang jika bertemu mereka kami saling menyapa.

Beruntung pula karena kunjungan kami tersebut kami sering ditawari untuk latihan memanjat di Wall Kampus E. Sampai saat ini saya baru dua kali mencobanya, saat pertama kali saya belum begitu tinggi tetapi saat mencoba kedua kalinya terdapat peningkatan yang cukup membuat saya puas dan senang.


Latihan Kedua Kalinya


Ini adalah foto saat saya diberi pengarahan oleh kakak-kakak MAPA karena teknik saya yang belum benar.

Terima kasih untuk seluruh kakak-kakak atas segala informasi tentang UKM MAPA dan terima kasih juga untuk pelajaran singkat dari kalian. Maju Terus MAPA Gunadarma! ;) Salam Rimba!

Jumat, 15 Juni 2012

Puisi dari Seorang Sahabat :')

Created by : Olyfia Metami T. 
-2011-
sahabat..
waktu pasti kan terus berlalu..membawa buih buih pergi menjauh..Dan kita hanyalah butir pasir berserak di hamparan zaman, yang mengikuti kemana angin takdir berhembus. Dan mungkin waktu kan melapukkan bebatuan itu, membuat besi menjadi karat..melayukan bunga-bunga disana..menuakan usia kita..memutihkan rambut kita..melemahkan tumpuan kaki kita..meredupkan cahaya mata kita..memudarkan rona di wajah ceria kita,,atau bahkan waktu sanggup mengeringkan samudera..dan mengubah dunia menjadi tak seperti yang kita kira..

namun sahabat..sungguh pun waktu berkuasa,aku yakin..persahabatan sejati takkan mudah pudar olehnya..

waktu bahkan tak sanggup menghapus semua tentang kita..dia tak kuasa menghilangkan kenangan saat mimpi-mimpi tumbuh diantara kita,,saat dimana kita meneriakkan angan-angan masa remaja..saat dimana kita menerka-nerka masa depan yang tak pernah terbayangkan..saat aku menangis di hadapanmu..saat kau bersandar di bahuku..saat kita bergandengan tangan..berbagi tawa dan air mata..

dan kau selalu ada di sana..sebagai sahabat yang memahami segala keluh dan kesah..

terimakasih..atas kebaikan yang mungkin tidak kau sadari tlah kau beri, oleh sekedar canda yang membuat hidup ini lebih memiliki arti..menjauhkan rasa sepi di hati ini..

maaf..jika aku belum mampu menjadi sahabat yang sempurna..sering tanpa sengaja kusakiti hatimu..kulukai perasaanmu dengan canda dan keegoisanku..maafkan aku wahai periku..

Dan sahabat, jika apa yang kita miliki memanglah persahabatan yang tulus, maka ada tali silaturahmi yang mesti kita jaga..Walau jarak meregangkan ikatannya dan cita membawa kita berlayar terpisah..ketahuilah..bahwa aku slalu ada untuk mengingatmu..selalu ada tuk mengulurkan tangan jika kau perlu..kan selalu kubawa namamu dalam catatan kisah hidupku..

aku dan kamu adalah sahabat..dulu..sekarang..ataupun nanti..

Travelling Ala Backpacker

Apakah anda sering merasa bosan dengan kegiatan liburan yang hanya mengunjungi tempat itu - itu saja? Mungkin itu juga bisa dirasakan oleh para penggemar travelling. Kemudian bila acara travelling anda membosankan, mengapa tidak mencoba satu tantangan? Cobalah gelar travelling ala backpacker, dengan membawa barang apa adanya. Tidak perlu mengeluarkan dana berlimpah dan barang yang merepotkan.

Travelling ala backpacker memang berisiko lebih besar dari cara berpergian pada umumnya. Karena itu, ada enam hal yang perlu anda ketahui saat ingin berpergian ala backpacker, dikutip dari Helium dan wolipop :


1. Riset
Ada baiknya jika anda melakukan riset terlebih dahulu daerah atau negara yang akan dikunjungi. Pelajari bahasa negara tersebut, tapi anda tidak harus memahaminya secara lengkap. Cukup ketahui beberapa frase paling dasar, seperti ‘halo’, ‘selamat tinggal’, ‘terima kasih’, ‘tolong’, ‘permisi’ atau ‘apakah anda berbahasa Inggris?’. Hal ini akan memudahkan anda menanyakan informasi kepada warga setempat. Masyarakat lokal juga akan merasa dihargai jika ada orang asing yang tahu bahasa mereka, walaupun hanya sedikit.



Kenali juga adat dan budaya di tempat anda berkunjung. Setiap negara punya etiket masing - masing tentang hal - hal yang dilarang atau dibolehkan di wilayah mereka. Semakin banyak anda tahu, akan semakin memudahkan perjalanan backpacking anda. Cari tahu juga kegiatan rutin di negara atau daerah tersebut, misalnya acara festival atau kegiatan tradisi.



2. Ajak Teman
Saat backpacking, akan lebih seru jika anda mengajak dua atau tiga teman. Selain bisa seseruan bersama, pengalaman yang didapat akan lebih menarik dan tentunya anda tidak akan sendirian saat tersesat di daerah antah berantah.



3. Bawa Barang Seperlunya
Kepraktisan dan kemudahan adalah hal paling penting untuk bacpacker saat berkemas. Cukup bawa perbekalan dalam kemasan ‘travel size’. Anda tidak perlu membawa pasta gigi kemasan besar, atau sebotol besar shampo dan sabun cair. Sabun kecil batangan akan lebih praktis dibawa dibandingkan sabun cair.



4. Pakaian dan Sepatu
Seorang backpacker disarankan tidak membawa pakaian terlalu banyak, yang berarti, anda harus sering mencucinya saat travelling. Karena itu, bawa pakaian yang cepat kering setelah dicuci. Pastikan juga anda membawa pakaian yang nyaman dan praktis dikenakan.



Untuk sepatu, pastikan kenyamanannya saat dibawa berjalan jauh, berdiri lama atau berlari. Anda perlu membawa tiga pasang sepatu: sandal tahan air, sepatu datar atau kitten heels untuk mengunjungi klub atau pusat perbelanjaan dan sepatu sneaker yang nyaman.



5. Jangan Terpaku di Zona Nyaman
Ketika menjadi seorang backpacker, anda harus berpikiran terbuka dan menghargai orang. Saat berpergian dengan uang dan perlengkapan seadanya, mungkin anda akan menghadapi sejumlah kendala. Anda harus menghadapinya dengan sabar dan tenang karena justru disitulah seninya berlibur ala backpacker. Coba jalin komunikasi yang baik dengan backpacker lain dan warga lokal setempat. Mungkin beberapa di antara mereka ada yang bersikap aneh atau kurang menyenangkan tapi hindari bersikap defensif dan banyak argumen.


6. Berani Ambil Risiko
Bagian paling menarik dari travelling adalah petualangan. Jangan takut ambil risiko, tapi tetap perhitungkan segala sesuatunya dengan matang. Misalnya saja, anda bisa mencoba telusuri tempat - tempat bersejarah pergi ke wilayah yang masih jarang didatangi orang atau mencoba kuliner unik dan khas di negara yang anda kunjungi. Namun, selalu waspada di mana anda berada dan dengan siapa anda bersama. Sebisa mungkin hindari hal - hal yang mengganggu konsentrasi, seperti minum minuman beralkohol terlalu banyak sehingga membuat anda mabuk.


Sumber : http://www.belantaraindonesia.org/

Pecinta Alam, Benarkah Mencintai Alam?


Pecinta alam selama ini diidentikkan dengan kegiatan yang berhubungan dengan alam. Mulai dari mendaki gunung, menyusuri jeram - jeram sungai, memanjat tebing tinggi dan aneka kegiatan alam terbuka lain. Dan hingga sejauh ini, dalam berkegiatan tersebut selalu memakai slogan Pecinta Alam. Tetapi hanyalah sebatas itu, hanya menjadi slogan belaka, menikmati alam untuk dirinya sendiri, puas demi ego pribadi.
Pecinta Alam ( baca: mereka yang menamakan diri sebagai Pecinta Alam ) sering kali melakukan banyak aktivitas yang justru mengganggu keseimbangan alam. Menjelajah gunungdan membuat jejak - jejak disana, mencoret batu - batu di puncak, membuang sampah non organik ke sembarang tempat, membuat api unggun yang seringkali lupa dimatikan, memetikEdelweis hingga beratus - ratus tangkai.

Rasanya bangga sekali bila berhasil “menaklukan” puncak - puncak tertinggi. Memang, rasanya damai sekali di tengah kesunyian alam, menikmati keindahan kota nun jauh disana yang tertutup sebagian kabut, menyaksikan keajaiban sunrise dan sunset kala cuaca bersahabat. Dengan apapun, itu tak akan pernah bisa tergantikan.

Justru yang sangat membuat jadi mengganggu, seringkali di perjalanan menuju puncak banyak sampah berserakan. Tentunya, ini adalah sampah yang dibawa oleh para pendaki karena sebagian besar makanan yang dibawa khas sekali. Sampai di puncak?. Bebatuan yang semestinya terlihat asri dan indah penuh coretan. Untuk apa? Sialnya coretan - coretan itu seringkali membawa nama sekolah, nama kampus yang notabene lebih ‘terpelajar’ dari pada parapendaki liar.

Suatu saat, kita sering merasa malu, dalam pendakian bertemu dengan pendaki dari mancanegara. Dengan sebuah kantong besar, mereka menuruni gunung sambil memunguti aneka macam sampah yang terserak. Wah, rasanya kita tak punya muka lagi untuk menatap mereka. Tentu, bukan karena sampah yang mereka pungut adalah sampah kita, melainkan karena kepedulian mereka akan alam. Sementara, para pendaki lokal yang ( seharusnya ) memiliki kesadaran lebih, justru mengabaikannya.

Sebuah organisasi Pecinta Alam ( yang biasanya ngetren di kalangan mahasiswa ) seharusnya bukan sekadar sebuah tempat bernaung bagi mereka yang senang bertualang saja atau menghabiskan anggaran dana di kampus. Ironis membayangkan mereka melakukan pendakian besar - besaran yang menelan biaya tinggi sampai ke luar negeri, sementara, di negeri sendiri, negeri yang ( seharusnya ) elok dan kaya akan hutan tropis perlahan mulai kehilangan identitasnya. Pencurian kayu, pembabatan hutan secara liar luput dari penyelamatan sang ‘pecinta alam’ Pecinta Alam.

Dalam konteks bahasa, pecinta alam adalah seseorang yang sangat mencintai alam. Mencintai berarti melakukan banyak hal untuk sesuatu / seseorang yang dicintai. Mencoba membahagiakan sesuatu / seseorang yang kita cintai dengan tulus. Melakukan banyak hal agar sesuatu / seseorang yang dicintai merasa nyaman. Mencintai itu tanpa sederet syarat apapun, Mencintai itu sesuatu yang tulus, tanpa pamrih.

Mencintai Alam, sama halnya dengan melakukan banyak hal untuk alam, tanpa syarat - syarat khusus, tanpa dibarengi rasa keegoisan untuk memiliki alam secara individual, tanpa mengabaikan apa yang sebetulnya dibutuhkan oleh alam. Semua harus dilakukan tanpa pamrih, pamrih untuk dimunculkan di media massa, tanpa pamrih di puji banyak pihak, tanpa pamrih untuk mendapat dukungan dana berlebih yang pada akhirnya digunakan entah kemana. Mencintai alam, mencintai wujud ciptan - Nya, mengasihi setiap apa yang ada di dalamnya. Memulai dari hal kecil di sekitar kita. Meski kecil, andai setiap orang melakukannya pasti hasilnya menjadi lebih berarti.

Apabila kita suka dengan kegiatan alam bebas, tetapi kita masih berperilaku jahat dengan alam yang kita kunjungi, sementara di jaket kita terpampang lambang pecinta alam, lebih baik buanglah jaket pecinta alammmu
Sumber : http://www.belantaraindonesia.org/2011/12/pecinta-alam-benarkah-mencintai-alam.html?

You're My Favorite Song Lyrics

You're My Favorite Song
-Demi Lovato & Joe Jonas-
[Joe Jonas:]
Words don't come easy without a melody
I'm always thinking In terms of do-re-mi
I should be hiking, swimming laughing with you
Instead I'm all out of tune

But what you don't know
You lift me off the ground
You're inspiration, you helped me find my sound,
Just like a baseline a half-time
You hold down the groove
That's why I'm counting on you

And if I heard you on the radio
I'd never wanna change a single note
It's what I tried to say all along
You're my favorite song

I'm in a session writing tracks
You've got another class to teach

And then rehearsal with a band
You're always one step out of reach
I'm looking for some harmony
With you it comes so naturally
You helped me find the right key

[Joe Jonas & Demi Lovato:]
And when I hear you on the radio
I'd never wanna change a single note
It's what I tried to say all along
You're my favorite song

My Favorite Song!

And when I hear you on the radio (yeah yea)
I'd never wanna change a single note (no no)
It's what I tried to say all along

[Demi Lovato:]
You're my favorite song
[Joe Jonas:]
You're my favorite song